Rabu, 06 Januari 2010

Bangunan Bertema Alami

Boh Visitor Center / ZLG Design



architect: ZLG Design
Team: Huat Lim, Susanne Zeidler, Jimmy Wong, Mary Verhaeghe, Hong Chieh
Location: Sungai Palas, Cameron Highland, Boh Visitor Centre, Malaysia
Locale description: Tea plantations and factory
Site area: 12,168.32 sqm
Built area: 1,233.8 sqm
Building start: November 2005
BUilding completion: July 2006
Budget: USD$498,652.29







Pusat Pengunjung yang BOH pengunjung akan memberikan kesempatan perkebunan untuk melihat dan menghargai lansekap. Ini "building" tidak hanya akan alamat Pemilik dan operator persyaratan untuk memenuhi target penjualan tertentu, itu juga ada di sana untuk rumah yang ada warung teh dan meningkatkan fasilitas pengunjung.

Ini adalah layak akhirnya mengetahui bahwa pengalaman terbaik dalam sebuah bangunan itu sebenarnya dapat dicapai melalui disposisi belaka dan tidak sepenuhnya pada resolusi detail atau memang sebuah desain melalui teknik konstruksi sendirian. BOH benar-benar tentang menempatkan jalan sederhana untuk lin pengalaman yang tiba di puncak bukit ke titik tujuan pada akhir sebuah ruang tertutup, yang merupakan pabrik tua di mana teh diamati dibuat oleh tangan.

Ini tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan atau rehouse setiap struktur yang ada dan fasilitas di Pusat Pengunjung ini: itu adalah lebih dari mengumpulkan berbagai bangunan menjadi satu kesatuan yang utuh. Jajaran dari tapak bangunan menjadi kritis, dan pelaksanaan gerakan ini untuk meninggalkan hal-hal sebagaimana adanya, menghasilkan bentuk yang tampaknya benar-benar alami, benar-benar milik tempat. Sekarang sulit untuk percaya struktur baru tidak ada di sana selama 50 tahun atau lebih sebelum dibangun. Ini mungkin yang paling bermanfaat dan pengalaman terkemuka

Hal yang saya benar-benar mencintai tentang menjaga blog ini adalah bahwa ia mengumpulkan arsitek dari seluruh dunia. Dalam kasus ini, orang-orang dari ZLG Desain di Malaysia mengirimkan proyek mereka kepada kami untuk BOH Pengunjung Pusat melalui form kontak kami - sama seperti banyak kantor lain kami akan mempublikasikannya dalam hari-hari berikutnya. Setiap orang diundang!
KOMENTAR : Sangat Sangat indah kalau Saya punya daerah dataran tinggi yang sangat mirip
seperti ini dan berharap untuk mengikuti ide desain untuk
membangun rumah.

Selasa, 24 November 2009

Sejarah tentang le Corbusier

Le Corbusier (nama asli: Charles-Edouard Jeanneret; 6 Oktober 188727 Agustus 1965) adalah arsitek Swissyang terkenal dalam aliran rancangan/desain International Style bersama dengan Ludwig Mies van der Rohe, Walter Gropius, dan Theo van Doesburg. Ia juga adalah seorang perencana perkotaan, pelukis, pemahat, penulis dan perancang perabot.

LE CORBUSIER

Charles-Edouard Jeanneret, yang dikenal dengan sebutan Le Corbusier (October 6, 1887 – August 27, 1965), adalah seorang arsitek dan penulis kelahiran Perancis-Swiss, yang sangat terkenal karena kontribusinya pada modernisme atau international-style.

Le Corbusier adalah seorang ahli dalam teori-teori desain modern dan beliau sangat berdedikasi dalam menghasilkan kehidupan yang lebih baik pada kota dan tempat tinggal yang cukup padat. Karirnya berjalan selamalima decade dengan begitu banyak bangunan yang telah dibangun tersebar di sepanjang Eropa, India, Rusia, dan dua di Amerika. Ia juga seorang perancang kawasan, pelukis, pematung, penulis, dan perancang modern furniture. 1887-1913 Life and Education Beliau dilahirkan sebagai Charles-Edouard Jeanneret di La Chaux-de-Fonds, sebuah kota kecil Neuchâtel canton di bagian timur laut Swiss, tepatnya di pegunungan Jura, yang hanya 5km dari perbatasan Perancis. Le Corbusier tertarik pada visual art dan menempuh pendidikannya di La-Chaux-de-Fonds Art School. Guru Arsitekturnya pada masa itu adalah arsitek René Chapallaz, yang kemudian menjadi pengaruh terbesar pada desain beliau pada awal karir beliau. Pada awal karirnya sebagai arsitek, Le Corbusier lebih banyak mendesain villa-villa, seperti: Villa Fallet, Villa Schwob, dan Villa Jeanneret-villa ini didekasikan untuk orang tuanya- di La Chaux-de-Fonds. Villa-villa ini merupakan suatu karya arsitektur vernacular yang popular di negara-negara sepanjang pegunungan Alpen. Pada awal tahun-tahun karirnya, ia kemudian memutuskan untuk mencari pengalaman di tempat lain agar lepas dari hal-hal yang mengikat kreativitasnya di kota kelahirannya. Ia memutuskan untuk melakukan perjalanan berkeliling Eropa. Pada tahun 1907 beliau sampai di Paris, di mana kemudian Beliau bekerja pada Auguste Perret, seorang ahli beton dari Perancis. Antara Oktober 1910 dan Maret 1911, beliau bekerja pada Peter Behrens di dekat kota Berlin, di mana kemudian beliau bertemu dengan Ludwig Mies van der Rohe dan Walter Gropius. Setelah itu. Ia menjadi salah satu arsitek yang cukup berpengaruh di Jerman, di mana pengalaman beliau pada masa itu membawa pengaruh yang cukup besar pada hasil karya beliau selanjutnya.

Selasa, 17 November 2009

Bangunan Di sudirman





Bangunan danamon building ini memiliki dasar persegi panjang dan di coak serta diberi tambahan beberapa bentuk pada bagian tertentu.

Prinsip disainya :

- keseimbangan : simetris karena apabila garis tengah di tarik maka masing-masing sisi akan berbentuk sama.dan memiliki karakter formal untuk gedung perkantoran pada umumnya.

- Irama : statis dan tertutup karena pengulangan bentuk,garis,dimensi yang sama dengan jarak yang sama.

- Vocal point nya : pada bagian depan yang bertuliskan “DANAMON”

- Skala nya : skala monumental karena bersifat berlebihan,kelihatan megah.

- Unity : sendiri karena gedung tersebut berdiri sendiri jjadi tidak ada kesatuan antar gedung

Bangunan ANZ adalah salah satu gedung di sudirman yang memiliki ke unikan tersendiri yaitu memiliki bentuk dasar persegi panjang dan perpaduan kubus.karena juga memiliki coakan berbentuk kubus.

Prinsip disain nya:

- keseimbangan : asimetris karena jika di tarik garis tengah maka sisi kanan dan kiri berbeda

- irama : dinamis dan terbuka karena pengulangan bentuk,garis,dimensi yang berbeda serta jarak yang berbeda pula.

- Vocal point nya : terdapat pada bagian depan yang di penuhi dengan coakan yang berbentuk kubus.

- Skalanya: monumental karena membuat gedung tersebut megah dan besar serta perletakan elemen yang membuat gedung tersebut besar.

- Unity: gedung tersebut berdiri sendiri hanya saja gedung tersebut di bangun di tengah gedung-gedung lain yang menampilkan bangunan tersebut memiliki kesatuan yang utuh dan serasi.